May 29, 2007
18:43

1 comments

Spiderman 3 (From another side)

posted by Ashto

Kebanyakan kita pasti udah nonton Spiderman 3, termasuk gw, udah rela ngantri, walaupun sampe ga dapet tiket, ga menyerah, dan akhirnya dapet kursi paling depan, tetep gw tonton.
Siapa yang rela ngelewatin film yang paling mahal yang pernah dibuat (dengan bujet 250 juta dolar). Gimana gak mahal, udah actionnya bagus, special effectnya keren, ceritanya juga ga asal jadi atau dipaksakan.
Di balik cerita yg bagus itu, ternyata memang di ilhami dari pesan-pesan alkitab. Gw baru aja baca artikel yang di tulis sama penulis di majalah GFresh! (kalo ga salah). Berikut gw kutip dari tulisannya.
Sam Raimi (sutradara film spiderman) dalam wawancaranya dengan Christianity Today berbicara tentang tema spiritual Alkitab dari filmnya, terutama bagian yang ketiga yang tayang Mei lalu. Dari semenjak Spider-Man pertama dan kedua, moralitas alkitabiah kental dalam ceritanya. Bahkan Spider-Man 2 (2004) bisa dibilang The Passion of Peter Parker, dimana Peter bergumul tentang apakah ia harus jadi pahlawan atau tidak, dan diakhiri dengan adegan menahan laju kereta api dengan posisi seperti disalib dan luka di telapak tangannya, menyelamatkan ratusan orang dalam kereta, lalu ia 'mati' dan hidup kembali untuk menjadi pahlawan.
Di film yang ketiga, menggambarkan apa yang dikatakan Paulus di Roma 7:15 "Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat". Makanya taglinenya pun berbunyi "The Battle Within" (perang dengan diri sendiri). Film ini menampilkan cinta, persahabatan, kesombongan, dendam, pengakuan dosa, pengampunan dan penebusan dosa, semua yang diajarkan di Alkitab.
Selain pertarungan seru, drama yang mengharukan dan special effect yang keren abis, apa aja yang bisa kita dapet dari Spider-Man 3? Tema besarnya adalah mengalahkan cobaan, "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!" (Roma 12:21).
Dan setidaknya ada 6 hal yang bisa kita pelajari:

  1. KITA BUTUH ORANG LAIN
    Spiderman dielu-elukan sebagai pahlawan, semua orang mengidolakan dia. Apalagi ketika Spidey berhasil menyelamatkan Gwen Stacy, putri komisaris polisi New York, ia dapet penghargaan dan publisitas yang bikin dia gede kepala! Kesombongannya bikin ia lupa diri, ia menyakiti hati Mary Jane. Ketika MJ butuh Peter untuk memahami perasaannya yang hancur gara-gara dipecat dari pekerjaan impiannya, Peter malah ngomongin hebatnya Spider-Man. Buntutnya, MJ kecewa, marah, dan hubungan mereka terancam.
    "Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?" (1 Korintus 4:7).
    Mary Jane mengingatkan Peter, "Kita semua butuh pertolongan orang lain suatu saat, Peter. Bahkan Spider-Man sekalipun!". Dan hal itu dibuktikan, di akhir cerita Spidey butuh 'pahlawan' lain untuk menolong MJ dari ancaman Sandman dan Venom.

  2. MEMBUKA CELAH BAGI DOSA
    "Biasanya aku memakai dosa seperti pakaian, kini ia menempel di kulitku!" Alfred deMusset (1810-1857, seniman Prancis).
    Sebuah meteor terdampar di bumi, sejenis alien berbentuk cairan hitam kental mengikuti Peter Parker sampai ke rumah kontrakannya. Alien ini hanya memperhatikan dan memperhatikan, seperti mencari kesempatan dan celah. Dan hari itu tiba, Peter diliputi dendam kesumat di hatinya karena berita pembunuh asli pamannya kabur dari penjara. Dalam suasana hati penuh benci itulah si Alien merasuki pakaian Spidey-nya, dan mengubahnya menjadi hitam. Ketika Peter memakainya, ada perasaan 'enak' yang ia rasakan. Awalnya, baju Spidey yang sudah berubah warna menjadi hitam itu bisa dengan mudah dipakai dan dilepas. Ia menjadi brutal, membunuh, penuh cemburu buta, menyakiti dan penuh kebencian. Ia 'membunuh' Sandman, menyakiti MJ, mengucapkan hal-hal yang gak pantas pada Harry Osborne dan ia mempermalukan Eddie Brock. Semakin lama pakaian hitam itu dipakainya, ia menyatu dengan tubuhnya sehingga sulit dilepaskan! Ia gak lagi bisa mengontrolnya, semua perbuatannya gak bisa ia kendalikan. Padahal Peter udah menyesali segala perbuatan buruknya.
    Jaga hati dari hal-hal yang gak berkenan. Jauhi benci. Ampuni orang yang bersalah pada kita. Jangan dendam. Soalnya ketika kita membiarkan hati kita diliputi hal yang negatif, dosa sudah mengintip, mencari kesempatan dan celah, sama kayak si alien yang nyari celah menunggu hati Peter penuh benci untuk kemudian ia kuasai.
    "Hendaklah kalian waspada dan siap siaga! Sebab Iblis adalah musuhmu. Ia seperti singa berjalan ke sana kemari sambil mengaum mencari mangsanya." (1 Petrus 5:8 BIS).
    "Sungguhpun kejahatan manis rasanya di dalam mulutnya, sekalipun ia menyembunyikannya di bawah lidahnya, menikmatinya serta tidak melepaskannya, dan menahannya pada langit-langitnya. .." (Ayub 20:12-16).
    Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa." (Yohanes 8:34).
    "Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya." (Roma 6:12).
    Phillip Brooks, seorang penulis, berkomentar tentang film ini, "Berperanglah dengan dosamu, dan biarkan peperangan itu membuatmu jadi rendah hati dan penuh simpati ketika kamu harus bertarung dengan dosa-dosa di dunia ini".

  3. DENDAM
    Peter tergoda untuk membalas dendam, tapi Bibi May menasehatinya dengan bijak, "Saya kira gak ada alasan untuk kita bergembira atas kematian orang lain. Pamanmu gak akan mau kamu hidup dengan dendam dalam hatimu walaupun hanya sedetik. Dendam itu seperti racun. Ia dapat menguasai kita. Dan sebelum kita menyadarinya, ia sudah membuat kita jadi jahat!". Ketika Peter sadar akan kekhilafannya, ia menyesal dan ingin melepaskan 'pakaian dosanya', tapi ternyata 'pakaian dosa' itu sudah melekat dengan tubuhnya dan gak bisa dilepas. Peter lalu datang pada Tuhan (digambarkan dengan masuk ke sebuah gereja) dan Tuhan menjawabnya dan melepaskannya dari pakaian itu (jawabannya berupa suara lonceng gereja yang membuat pakaiannya terlepas). Di malam yang sama, Eddy Brock datang kepada Tuhan, tapi dengan membawa hati yang penuh dendam kesumat pada Peter yang telah mempermalukannya dan merebut pacarnya, "Aku orang baik-baik. Aku datang pada-Mu hari ini dengan rendah hati dan malu. Untuk memohon pada-Mu satu hal: aku ingin Kau bunuh Peter Parker!". Dan sekalipun ia ada dalam gereja, dengan hati penuh benci, dosa hinggap kepadanya dan mengubahnya menjadi si iblis Venom. "Saya diberikan kekuatan yang belum pernah saya impikan. Seperti turun untukku dari surga!" ujar Venom, dia tidak menyadari bahwa kekuatan itu berasal dari 'neraka'. Di akhir cerita, Eddy malah memilih untuk gak mau melepaskan pakaiannya, padahal Peter sudah menolongnya melepaskan dirinya dari pakaian alien itu, akibatnya Eddy mati bersama 'pakaian dosa' itu.
    "Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut." (Yakobus 1:15)

  4. KITA PUNYA PILIHAN
    Spider-Man 1-3 selalu menekankan tentang pilihan. Peter menemukan bahwa pembunuh asli pamannya ternyata masih berkeliaran, tapi ia bisa memilih untuk membalas dendam atau mengampuni. Eddy Brock dipermalukan oleh Peter Parker yang mengakibatkan ia dipecat dengan gak hormat, belum lagi pacarnya diserobot sama Peter, tapi ia bisa memilih untuk memaafkan atau membalas dendam. Harry Osborne pun demikian, ia memilih untuk dikuasai amarah dan memburu Spidey demi membalas dendam kematian ayahnya. Bernard, pelayannya Harry, bilang gini: "Aku telah menyaksikan bagaimana kegelapan menguasai ayahmu, angkara murka yang harus ia bayar dengan nyawanya". Akankah Harry melihat cahaya dan meninggalkan kegelapan itu?
    "Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." (Yohanes 1:5).

  5. PENGAMPUNAN ADALAH KEKUATAN SUPER SEBENARNYA
    Peter pun harus memilih. Di akhir cerita ia memilih yang benar. Ia memilih untuk mengampuni Flint Marko, sang pembunuh pamannya. "dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian." (Kolose 3:13). Sam Raimi bilang Peter harus merendahkan dirinya, "Peter menganggap dirinya 'tak berdosa' dibanding para penjahat. Makanya kami (Raimi dan tim) ingin membuat Peter mengerti bahwa hidup itu tidak hitam putih, kita semua adalah manusia, dia tidak lebih baik dari orang lain. Dia harus belajar bahwa diapun gak luput dari dosa, dan sebaliknya, para 'penjahat' itupun punya rasa kemanusiaan. Yang harus kita lakukan adalah untuk tidak membalas dendam, tapi mengampuni". Nggak ada penjahat dalam Spider-Man 3. Semua karakter di dalamnya hanyalah manusia yang mencari hidup baru, solusi dan pengampunan. Flint Marko (Sandman) terlibat tindak kriminal karena putus asa mencari biaya untuk pengobatan anaknya, Peter bilang padanya: "Saya pikir, sudah cukup hukuman untukmu", ia ingin Flint memulai hidup barunya. Nasehat yang sama ia bilang juga pada Eddie Brock, "Jangan menyerah pada angkara, Eddie. Dia hanya membuatmu jadi penuh kebencian".
    "Apa yang kita punya di dunia ini adalah kasih sayang dari sahabat dan keluarga kita, dan kenyataan bahwa mereka layak untuk mendapatkan pengampunan kita" (Peter Parker).

  6. NYAWA UNTUK SAHABAT
    Dalam film ini, Harry Osborne-lah yang mewakili sosok Kristus khususnya dalam hal pengorbanan. Ketika Harry harus masuk rumah sakit, seorang suster memuji temen-temennya Harry yang baik-baik (Peter dan Mary Jane), dan Harry bilang begini: "Mereka sahabatku, aku rela mati untuk mereka". Pada akhir cerita, Harry mengorbankan dirinya untuk mati terbunuh oleh Venom untuk melindungi Peter Parker. Sama persis kan kayak yang dikatakan Yesus, "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku." (Yohanes 15:13-14a).
    Dan kita semua tau kalo Yesus membuktikan kasihNya dengan memberikan nyawaNya untuk sahabat-sahabatNya, yakni kita semua, sehingga kita beroleh keselamatan.

Labels: ,


May 23, 2007
17:30

0 comments

Die Hard 4.0

posted by Ashto
Waktu gw nonton spiderman 3 beberapa hari yang lalu, ga seperti biasanya gw masuk studio sebelum pertunjukkan dimulai (maklum sebelumnya kan musti ngantri tiket, kalo ga, bakalan kehabisan tempat duduk), alhasil gw ngeliat beberapa trailer film yang bakal tayang. Tak disangka, ada trailer film Die Hard 4.0. Sebenernya gw dah denger kabar bakal ada sekuel Die Hard keempat sekitar tahun 2001-an, cuma lama ga kedengeran kabarnya lagi, jadi gw pikir mungkin ga jadi bikin.
Ternyata tuh film sekarang udah jadi dan siap tayang tanggal 27 Juni 2007 nanti. Judulnya sendiri punya banyak versi (setelah gw cari info di internet), ada Die Hard 4.0, Die Hard 4, Die Hard : Die Hardest, Live Free or Die Hard. Di negara-negara tertentu punya judul yg berbeda, mungkin takut persepsi yang salah, kaya di Indonesia dipake judul Die Hard 4.0.
Gw suka ni film dari yang pertama sampe sekuel ketiganya: Die Hard, Die Hard : Die Harder, Die Hard with a Vengeance. Kenapa? ya karna gw suka action plus humornya, apalagi dari judulnya, nunjukin kalo si jagoan (John McLane) susah mati, mau dalam keadaan bahaya apapun. Dari Trailernya udah bisa diliat kalo sekuel keempatnya bakalan seru.
Plot cerita yang gw dapet, film ini masih bercerita soal Detektif John McClane (Bruce Willis) yang kali ini berhadapan dengan penjahat cyber yang berusaha melumpuhkan jaringan komputer US dan seluruh dunia. Di bantu sama seorang hacker muda. Di film ini juga ada anaknya John McClane yg ceritanya sih udah gede dan disandera sama penjahatnya.
Ga sabar juga nih pengen nonton filmnya...

Labels: ,


May 15, 2007
18:08

2 comments

Berawal dari tukang parkir..

posted by Ashto
Pernah ga kepikiran: Buat yang sering kmana-mana naek motor seperti gw. Setiap berhenti di satu tempat harus bayar parkir, kalo berhentinya berkali-kali ya bayarnya berkali-kali. Udah gitu sekarang rata-rata 1000an (parkir pinggiran jalan), kalo parkir mall aja paling cepet waktunya 1000 juga, padahal dulu parkir motor cuma gopek (Rp. 500).
Tapi hari itu ada yang laen bwt gw. Hari itu gw berhenti di dua tempat yg musti bayar parkir, pertama di kantor pos. petugas parkirnya ga pernah minta di kasih berapa, tapi gw kasih 1000 aja, karna kadang ada yang reseh kalo dikasih 500. trus kedua, gw ke tempat semacam mini market. sebenernya gw cuma mau ke ATM nya, yang ada di depan mini market itu, gw pun markir motor gw depan ATM yg jelas ada di dekat gw, dan masih dalam jangkauan gw. Cuma 5 menit gw disitu, trus cabut. Si bapak tukang parkir ini membantu gw menarik motor, tapi ga minta uang parkiran. Sebelumnya gw udah nyiapin uang 500 buat bayar parkir, karna gw cuma sebentar dan ga masuk pula. Tapi saat gw mo menginjak gigi 1, gw ambil uang 1000 dan gw kasih dia, saat itu dia ngeliatin gw dan bilang "Terima Kasih, Pak".
Dari situ gw menge-gas motor gw dan berpikir, ternyata benar bahwa kata yang paling mahal di dunia adalah "Maaf" dan "Terima Kasih", karna kata-kata itu sulit sekali diucapkan (apalagi kalo udah ada gengsi, udah punya kehormatan, udah punya kekuasaan, dsb). Gw merasa diberkati dari kata terima kasih yang mahal itu. Betapa berharganya uang 500 atau 1000 buat si tukang parkir pastinya, kalo nggak, ngapain ngomong terima kasih. Dari beberapa motor yang parkir, dia bisa menghidupi keluarganya, menyekolahkan anaknya, dan memberkati keluarganya.
Saat kita bisa menjadi berkat buat orang lain, kita pun pasti diberkati, berkat itu ga mesti materi, tapi saat ada damai sejahtera, itupun berkat ya nggak ternilai. Intinya, jadilah berkat buat orang lain, dan hidup kita pun pasti diberkati..

Labels: ,